Social Icons

Pages

Sunday, 25 November 2012

LANDASAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM






KATA PENGANTAR

       Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Landasan Psikologis Kurikulum” yang merupakan salah satu materi dalam mata kuliah Pengantar Kurikulum jenjang semester 1.
       Dalam makalah ini kami membahas tentang “Landasan Psikologis Kurikulum” yang mencakup materi yaitu, Landasan Psikologis Perkembangan Kurikulum, Aspek Psikologis,  Psikologi Perkembangan Anak dan Psikologi belajar.
       Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun semoga makalah ini memberi manfaat kepada kami. Akhir kata, kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua orang. Kritik dan Saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk menyempurnakan makalah kami ini
Jakarta, 17 Oktober 2012
           
                                                                                                             Tim Penulis
 


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
      Dalam proses pengembangan sebuah kurikulum banyak hal yang perlu diperhatikan, diantaranya landasan dalam pengembangannya. Landasan pengembangan kurikulum diantaranya, landasan fisiologis, landasan psikologis, landasan sosial dan budaya, maupun landasan filosofis pengembangan kurikulum. Dari sekian landasan tadi, saya mencoba mengembangkan dan memaparkan landasan psikologis dalam pengembangan suatu kurikulum.
Landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum sehingga nantinya pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara optimal. Sehingga unsur psikologis dalam pengembangan kurikulum mutlak perlu diperhatikan.


B.     Rumusan masalah

Dalam makalah ini kami memaparkan beberapa masalah yang melatar belakangi penyusunan makalah ini yaitu :

1.      Apa itu landasan psikologis ?
2.      Kenapa pemahanan terhadap perkembangan anak sangat penting dalam pengembangan kurikulum?
3.      Aspek psikologis apa saja yang harus diperhatikan ?

 BAB II
PEMBAHASAN


LANDASAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM

Psikologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan, pengertian sejenis menyebutkan bahwa psikologi merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku, ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa.
Kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik itu harus dikembangkan.  Karakteristik perilaku setiap individu pada berbagai tingkatan perkembangan  merupakan kajian  dari psikologi perkembangan. Oleh karena itu, dalam pengembangan kurikulum  landasan psikologi mutlak harus dijadikan dasar .  Perkembagan-perkembangan  yang dialami oleh peserta didik pada umumnya diperoleh melalui proses belajar.

Aspek psikologis anak merupakan salah satu yang harus menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum. Hal ini karena kurikulum merupakan pedoman untuk mengantarkan anak didik sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan. Sementara itu anak didik secara psikologis memiliki keunikan dan perbedaan-perbedaan baik perbedaan minat, bakat, maupun potensi yang dimilikinya sesuai dengan tahapan perkembangannya. Pemahaman tentang anak sangat penting bagi pengembang kurikulum, karena kesalahan persepsi atau kedangkalan pemahaman tentang anak, dapat menyebabkan kesalahan arah dan kesalahan praktik pendidikan. Adapun aspek psikologi yang harus diperhatikan adalah :
1.      Psikologi Perkembangan Anak
Pemahaman terhadap perkembangan anak sangat penting dalam pengembangan kurikulum, didasarkan pada beberapa alasan :
Pertama, setiap anak memiliki tahapan atau masa perkembangan tertentu. Pada masing-masing tahapan anak-anak memiliki karakteristik dan tugas-tugas perkembangan tertentu. Seandainya tugas-tugas perkembangan itu tidak terpenuhi, akan mengalami hambatan pada tahapan berikutnya.

Kedua, anak didik yang berada pada masa perkembangan, merupakan masa yang sangat menentukan untuk keberhasilan dan kesuksesan hidup mereka. Pada masa tersebut anak mengalami perkembangan yang sangat cepat dalam berbagai aspek perkembangan.
Ketiga, pemahaman terhadap perkembangan anak, akan memudahkan dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan, baik yang menyangkut proses pemberian bantuan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi, maupun dalam mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.

2.      Psikologi Belajar
Pengembangan kuriklum dan teori belajar memiliki hubungan yang erat, karena kurikulum pada dasarnya disusun untuk memberlajarkan siswa. Banyak teori yang berkembang mengenai belajar sebagai proses perubahan tingkah laku. Perlu dicatat bahwa setiap teori memiliki pangkal yang sama yaitu hakikat manusia. Dua teori yang terkenal adalah teori John Locke dan Leibnitz.
John Locke mengemukakan teori tabularasa, menyatakan bahwa manusia adalah seperti kertas putih, apa yang akan ditulis pada kertas tersebut tergantung pada orang yang menulis. Teori ini memunculkan aliran behavioristik-elementaristik. Sementara itu Leibnitz menyatakan bahwa manusia adalah organisasi aktif. Manusia merupakan sumber dari semua kegiatan, sehingga manusia bebas untuk berbuat apa yang ia inginkan. Tingkah laku manusia hanyalah ekspresi yang dapat diamati sebagai akibat dari eksistensi internal yang pada hakikatnya bersifat pribadi. Pandangan ini menghasilkan aliran belajar kognitif-wholistik.
Teori ini berdampak pada teori belajar yang mengikutinya, aliran behavioristik menyatakan bahwa belajar pada hakikatnya adalah pembentukan asosiasi antara kesan yang ditangkap pancaindra dengan kecenderungan untuk bertindak atau hubungan antara Stimulus dan Respon (S-R) sementara itu aliran kognitif menyatakan bahwa belajar adalah kegiatan mental yang ada dalam diri setiap individu. Sesuatu yang ada pada diri individulah yang menggerakkan seseorang mencapai perubahan tingkah laku

 BAB III
KESIMPULAN

Pengembangan kurikulum yang ada di Indonesia, saat ini sudah banyak mengalami perubahan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum di suatu negara termasuk Indonesia. Diantara landasan pengembangan kurikulum yang perlu dipertimbangkan yaitu landasan psikologi dalam pengembangan kurikulum.
Dalam pengembangan kurikulum aspek psikologi patut dipertimbangkan, pada proses pelaksanaan kurikulum faktor psikologi dari pebelajar perlu diperhatikan. Psikologi yang dimaksud di sini, terdapat dua aspek psikologi antara lain; psikologi perkembangan anak dan psikologi belajar.
Psikologi perkembangan anak harus sangat diperhatikan karena anak memiliki perbedaan perbedaan, serta perkembangan anak memiliki perkembangan atau tahapan masa tertentu. Sehingga perkembangan kurikulum harus sesuai dengan perkembangan anak tersebut.
Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan kedua hal tersebut, baik psikologi perkembangan anak maupun psikologi belajar, sehingga kurikulum yang disusun dapat dilaksanakan dengan efektif.
DAFTAR PUSTAKA


Makalah Pengantar Kurikulum Kelompok 2
Dosen: Dr. Khaerudin, M.Pd.
 

No comments:

Post a Comment

Type Here

Twitter icon

https://twitter.com/saipulung

Loading..
 

Sample text

Sample Text

Sample Text